12 hal yang harus dicek sebelum tanda tangan kontrak sewa villa di Bali
Checklist 12 poin
- Siapa yang menyewakan? Minta KTP pemilik dan sertifikat tanah, atau kontrak sewa yang memberi hak kepada orang tersebut untuk menyewakan kembali. Banyak villa di Bali disewa lalu disewakan lagi, dan itu sah jika tertulis.
- Bahasa kontrak. Minta kontrak dua bahasa (Inggris dan Indonesia). Anda harus paham apa yang ditandatangani.
- Apa saja yang termasuk. WiFi, cleaning (berapa kali), servis kolam, taman, sampah, iuran banjar, gas, air. Tulis di kontrak.
- Listrik. Meteran token prabayar atau tagihan bulanan? Berapa daya (VA)? Daya kecil membuat listrik sering turun saat beberapa AC menyala.
- Sumber air. PDAM atau sumur bor? Sumur bor biasa di Kerobokan, tetapi cek tekanan air dan apakah ada filter.
- Kecepatan internet. Tes kecepatan di ruangan tempat Anda akan bekerja.
- Deposit dan tanggal pengembalian. Berapa, kapan dikembalikan, dan apa saja yang bisa dipotong. Buat daftar inventaris dengan foto saat masuk.
- Perbaikan. Siapa menanggung apa? Biasanya pemilik menanggung masalah struktural (atap, pipa, listrik) dan penyewa menanggung kerusakan yang dibuatnya.
- Keluar lebih awal dan perpanjangan. Apa yang terjadi jika keluar lebih awal? Apakah harga tetap jika diperpanjang?
- Cek musim hujan. Lihat noda air di plafon, jamur di kamar mandi dan tanda banjir di gang. Musim hujan di Bali sekitar November sampai Maret.
- Akses dan parkir. Apakah mobil bisa sampai ke gerbang? Banyak villa di Kerobokan berada di gang sempit yang lebih cocok untuk motor.
- Kebisingan lingkungan. Datang malam hari dan akhir pekan: proyek bangunan, bar, anjing, upacara pura.
Ketentuan pembayaran yang umum
Sewa bulanan biasanya dibayar satu bulan di muka. Sewa tahunan sering dibayar di muka, kadang dicicil sesuai kesepakatan. Selalu bayar ke rekening atas nama yang tertera di kontrak dan simpan buktinya.
Lapor tinggal untuk warga asing
Jika penyewa adalah warga negara asing, tanyakan apakah pemilik atau pengelola akan melaporkan keberadaan penyewa sesuai aturan untuk orang asing yang tinggal di akomodasi pribadi.
Tanda bahaya
- Orang tersebut menolak menunjukkan dokumen kepemilikan atau kontrak sewa.
- Harga jauh di bawah pasaran, dengan desakan membayar deposit hari itu juga.
- Tidak ada kontrak tertulis, atau kontrak dalam bahasa yang tidak Anda pahami.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah perlu pengacara untuk sewa villa di Bali?
Untuk sewa standar tidak wajib, tetapi penerjemah atau pengecekan notaris sangat disarankan untuk kontrak tahunan atau pembayaran besar di muka.
Berapa deposit yang wajar untuk sewa villa jangka panjang di Bali?
Biasanya deposit booking untuk mengamankan tanggal, ditambah deposit jaminan yang dikembalikan, sering sekitar satu bulan sewa atau jumlah tetap antara Rp 5 dan 20 juta.
Siapa yang menanggung perbaikan villa sewaan di Bali?
Biasanya pemilik menanggung perbaikan struktural seperti atap, pipa dan listrik, dan penyewa menanggung kerusakan yang dibuatnya. Tulis di kontrak.